Kamis, 27 Maret 2008

kampung halaman yang lelah

ada kosmetika bunga-bunga di dekatku. embun selalu lebih cantik dari hujan, juga tak serumit negri ini. langit seperti souvenir kotagedhe. cahayanya memerangi sunyi. kemarin senja aku menebang hujan di kampung halaman. sedikit lelah. lalu teringat jogja dan rajanya yang lelah, sekaten yang lelah, sepeda tuaku yang lelah, sepeda baru yoyo yang mulai lelah, sepeda tua inna yang jauh lebih lelah, kanvas sahabat yang lelah, perempuan-perempuan dan lelaki komersil yang lelah, kolektor yang lelah, poster yang lelah, galeri-galeri lelah, seniman lelah, sekretaris lelah, petani lelah, pejabat lelah, pedagang lelah, puisi lelah, lagu lelah, hidup yang lelah, juga sepatu dan sandal kita yang lelah berjalan jauh mengikuti tuannya yang lelah. rrgh, begitu, katanya. lelah yang sungguh melelahkan.

Senin, 17 Maret 2008

rock siang bolong

aku menusuk tumpul tanduk ular, luka paling merdu dari cakar pari di dekat rumah, di belahan tiga pantat sepelana. cukup-cukuplah menahan jerit tuhan, merayu karpet di tikungan mulut bocor yang menempel di bibir ceret yang cemberut. membuat lubang batu empuk, bau darah. lalu setelah titik selalu luka, untuk spasi menanam surga ke dalam duri..

Templates by Blog Forum